Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) pada tanggal 15 November 2008 telah memberikan penghargaan kepada Yayasan Dharmais atas peran sertanya dalam membantu kegiatan PERDAMI dalam melakukan operasi buta katarak mata di Indonesia.
Berdasarkan catatan PERDAMI, Yayasan Dharmais sejak tahun 1986 telah bekerjasama dengan PERDAMI dalam kegiatan tersebut dan sampai Oktober 2008 telah melakukan 128.412 operasi buta katarak mata di seluruh Indonesia atau 92,09% dari seluruh kegiatan yang dilakukan PERDAMI selama ini sebanyak 139.439 operasi.
Dalam kesempatan itu Ketua PERDAMI, Bapak Tjahjono D. Gondhowiardjo, MD, PhD. mengatakan bahwa Indonesia termasuk dalam zona merah (red zone) atau selevel dengan negara-negara di Afrika dalam jumlah penderita buta katarak mata atau diatas 1%. Peran serta Yayasan Dharmais dalam menaggulangai buta katarak mata tersebut patut dihargai dan dapat menjadi teladan bagi perorangan atau organisasi lain. Sehingga akan menurunkan penderita penyakit buta katarak mata khususnya di Indonesia.
Yayasan Dharmais diwakili oleh Kepala Pelaksana Kegiatan, Bapak Suhariyanto, yang dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa PERDAMI bagi Yayasan Dharmais sudah merupakan sahabat karena kerjasama sudah terjalin selama 22 tahun. Penghargaan yang diberikan merupakan suatu anugerah dari Allah SWT terhadap aktivitas sosial yang dilakukan oleh Yayasan Dharmais selama ini. Kerjasama tersebut terwujud tidak terlepas dari rasa keprihatinan dan kepedulian pendiri Yayasan Dharmais yakni Bapak H.M. Soeharto terhadap masalah buta katarak mata yang terjadi di Indonesia.
Melihat tingginya angka penderita buta katarak di Indonesia, Yayasan Dharmais cukup prihatin namun karena keterbatasan dana yang dimiliki maka bantuan yang diberikan besarnya terbatas dan berharap ornasisasi sosial lain yang peduli dengan kondisi tersebut akan tergerak untuk berpartisipasi dan bekerjasama dengan PERDAMI dalam menurunkan angka buta mata katarak di Indonesia.